Minggu, 05 Maret 2017

Godaan-Ujian Dalam Masa Pertunangan

Artikel ini saya tulis terinspirasi dari kegagalan saya melewati masa-masa pertunangan menuju pernikahan yang saya impikan. Atas kegagalan rencana pernikahan saya itu, hampir semua orang yang saya ceritakan tentang kenyataan itu berkata kepada saya; 'mungkin dia memang bukan jodoh kamu', 'mungkin Allah sudah menyiapkan rencana yang jauh lebih indah dari rencanamu kemarin itu'.
Iya,,mungkin memang benar apa yang mereka ucapkan itu, MUNGKIN..Tapi tetap saja rasa sedih dan kecewa tak lantas hilang begitu saja,,hingga akhirnya saya makin sering membaca kisah tentang gagalnya rencana pernikahan seseorang, apa alasannya-penyebabnya dan segala sesuatu yang berhubungan dengan kegagalan itu.
Dan sampailah saya untuk menulis artikel ini, semoga bisa jadi bahan pelajaran untuk pasangan muda yang lain, yang tengah berada di masa pertunangan, yang sedang berencana untuk menikah, ASELI-PENTING banget buat kalian ketahui. Karena gak sedikit juga pasangan yang gagal melewati fase ini. Ingat,,ini bukan soal niat atau tidak, bukan soal cinta atau tidak, bukan tentang viral "kalo jodoh gak akan kemana". Tapi tentang godaan syetan yang gak akan pernah berhenti untuk menggoda manusia,  tentang seberapa kuat diri ini menahan segala macam tipu daya syetan, dan sejauh mana ketakwaan kita untuk menghadapi godaan dan ujian itu.

Sebelumnya mari kita baca terjemahan dari salah satu ayat dalam Alquran,
“Iblis menjawab : “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan menghalangi mereka dari jalan Engkau yang lurus. Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan belakang mereka, dari kanan dan kiri mereka dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).” (Al-A’raf : 16-17).

Pernikahan tentu menjadi momentum yang sangat ditunggu-tunggu bagi semua orang. Tidak hanya calon mempelai, keluarga juga turut bahagia dengan salah satu proses kehidupan yang akan dilalui ini.
Namun setan begitu benci jika ada manusia memutuskan menikah. Bahkan, mereka akan melakukan segala cara agar pernikahan tidak terjadi. Salah satu yang diutus untuk menghalang-halangi pasangan yang akan menikah adalah setan A'war.
Tidak heran jika ada pasangan yang sudah mantap menikah harus batal dan kandas ditengah jalan. Untuk mengantisipasinya manusia perlu mengetahui bentuk godaan yang dilakukan oleh setan. Seperti apa? Berikut ringkasannya,

1. Menumbuhkan Rasa Ragu
Diantara pasangan yang sudah menikah pasti pernah berfikir “Jadi menikah dengan dia atau tidak?”, “Apakah nantinya dia bisa membahagiakan saya?”, “Apakah dia orang yang tepat” dan masih banyak lagi pertanyaan lainnya. Tidak dipungkiri ada orang yang awalnya mantap menikah kemudia memutuskan untuk membatalkannya karena keragu-raguan ini.
Ternyata sifat ragu adalah tipu daya setan. Mereka menumbuhkan perasaan ragu agar calon mempelai bimbang dan memutuskan untuk tidak menikah. Rasulallah saw pernah bersabda, bahwa rasa was-was itu, rasa takut dan khawatir yang berlebihan datangnya dari setan yang dihembuskan oleh setan melalui hawa nafsu untuk menghambat manusia beribadah kepada Allah SWT dalam urusan pernikahan.
Sejatinya setan akan menjerumuskan manusia kepada hal-hal zina, sehingga ketika keraguan ini muncul dan memutuskan membatalkan pernikahan, maka setan berhasil menjerumuskan mereka ke dalam lubang perzinan. Misalnya mereka kembali mencari calon mempelai lagi dengan jalan berpacaran dan sebagainya.
2. Mendadak ‘Laris Manis’
Godaan setan selanjutnya adalah menumbuhkan rasa dihati calon mempelai bahwa mereka banyak yang suka. Baik calon mempelai laki-laki atau perempuan merasa seolah-olah banyak orang lain yang  seolah-olah menyukai atau jatuh cinta padanya.
Biasanya perasaan ini muncul ketika keputusan pernikahan sudah diambil. Setan pun melancarkan serangannya dengan menghadirkan perasaan tersebut. Tidak sedikit laki-laki atau perempuan yang menuruti godaan ini, hingga sampai menjalin hubungan hati dengan laki-laki atau perempuan lain.
Biasanya calon pengantin akan mulai membanding-bandingkan calon istri atau suaminya dengan orang baru tersebut. Celakanya jika orang baru ini agresif maka mereka akan lebih mudah untuk mendapatkan hati calon mempelai.
Memang, laki-laki atau perempuan yang akan menikah biasanya  memancarkan aura bahagia dari dalam jiwanya. Hal inilah yang membuat orang lain menjadi tertarik bahkan jatuh cinta kepadanya, padahal ia sudah tinggal menunggu waktu untuk melaksanakan pernikahan.
Tidak heran jika ada pasangan yang sudah mempersiapkan hari H namun menikahnya dengan orang lain. Setan akan masuk ke dalam diri manusia melalui pintu hasud dan rakus. Manusia akan dibuat tidak akan pernah puas dengan apa yang Ia dapatkan saat ini.Ketika ada yang lebih tampan, cantik, dan kaya, maka calon mempelai yang lemah imannya akan mudah tergoda. Padahal bisa saja hal itu tampak di awal saja.
3. Memperlihatkan Kekurangan dan Kelemahan Pasangan
Jelang pernikahan,  setan juga akan memperlihatkan kekurangan dan kelemahan calon suami atau istri. Sedikit saja masalah akan memicu kemarahan besar, bahkan berujung fatal hingga membatalkan pernikahan. Marah menimbulkan kekacauan pikiran. Jika seseorang marah, setan akan mempermainkannya seperti anak kecil yang memainkan bola.
Padahal tidak ada manusia yang sempurna. Dengan siapa pun kita akan menikah, pasti mereka juga memiliki kekurangan. Kekurangan pasangan sejatinya kekuranganmu yang harus ditutupi. Ini adalah tipu daya setan yang menyesatkan. Sehingga mereka tertawa bahagia ketika pasangan yang akan membangun rumah tangga membatalkan rencana pernikahannya.
Naudzubillah...

Pesan terakhir yang saya dapat dari sekian banyak cerita tentang gagal menikah di masa khitbah (tunangan) adalah, SEGERAKANLAH..
"Bersegeralah beramal sebelum datang berbagai fitnah laksana potongan-potongan malam yang gelap. (Saat itu) di pagi harinya seseorang beriman tetapi di sore harinya ia menjadi kafir. Di sore hari seseorang beriman tapi di pagi harinya ia kafir. Ia menjual agamanya dengan harta dunia." (HR. Muslim dan Abu Hurairah).
Ya, segerakanlah pernikahan yang sudah direncanakan dan didambakan jika sudah yakin akan pilihan anda. Sebelumnya, mintalah petunjuk kepada Sang Pemilik Hati, Yang Maha Membolak-balikkan Hati sebelum anda meminang atau menerima pinangan. Karena sejatinya pertunangan (dalam Islam disebut khitbah) bukanlah proses pemilihan, tapi sudah kepada proses penetapan.
Jangan pernah menunda pernikahan, terlebih jika alasannya hanya karena materi. Karena belum ada biaya untuk melangsungkan pesta pernikahan, karena belum ada biaya untuk membeli mahar yang diminta, karena sang calon belum diangkat jadi karyawan tetap, belum memiliki pekerjaan tetap dan sebagainya. Jika anda seorang muslim, percayalah bahwa Allah yang akan memampukan kalian, ingatlah ayat Alquran dalam surat Annur:32, "Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberikan kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Mahaluas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.”

Jumat, 03 Maret 2017

SETIA ITU APA.??

SETIA ITU APA?
Setia itu seperti apa wujudnya?

Akhir-akhir ini saya agak sedikit terusik dengan kata 'setia' dan penafsirannya di kalangan masyarakat kita. Apa mereka pikir setia itu hanya terikat dengan satu pasangan 'resmi' saja? Apa mereka pikir setia itu bilamana kita tidak melakukan poligami? Apa masih bisa dikatakan setia? Jika dalam hati seseorang ada sosok lain selain pasangan yg saat ini mendampingi anda..
Oke sekarang saya coba analogikan kedalam keadaan sehari-hari yang mungkin kerap kita temui di sekitar kita..Misalkan ada seorang pria beristri dengan semua kelebihan materi yang dimiliki, mempunyai seorang istri yang cantik-baik hati dan segala hal yang mungkin menjadi impian pria-pria lain di dunia ini dan telah dikaruniai seorang putri kecil yang pintar dan penuh canda-riang. Intinya keluarga ini hampir menjadi dambaan setiap orang yang melihatnya. Tapiii,,tapi ternyata sang suami (dan juga sosok ayah yang baik ini) kerap kali "bermain" dengan wanita lain. Walaupun gak sampai ada 'affair' dengan wanita lain itu..Sang pria tetap 'setia' dengan pernikahannya, tetap menjadi suami dan ayah yg baik bagi keluarganya, tetap menghabiskan waktu akhir pekannya bersama keluarga..Apakah sang pria masih bisa dikatakan setia.??
Contoh nyata kedua; ada seorang wanita bersuami dengan kecukupan materi, perhatian dan kasih sayang dari sang suami. Telah dikaruniai seorang putri kecil cantik yang penuh canda-tawa. Dia rawat keluarganya dengan penuh perhatian dan kasih sayang, bisa dibilang sosok istri dan ibu yang baik. Tapiii,,lagi-lagi ada tapinya. Tapi sang wanita masih merasa menyimpan perasaan cinta kepada mantan kekasihnya semasa sekolah dulu. Bahkan perasaan itu masih kerap ia rasakan, walaupun kini ia telah berkeluarga dengan sosok pria lain pilihannya. Walaupun wanita ini sudah tak pernah bertemu lagi dengan pria pujaannya itu, tapi perasaan cinta itu masih sering ia rasakan. Masih ia simpan sendiri dalam hati, tanpa ada seorangpun yang tau-termasuk suaminya..Dan terkadang ia masih bertegur-sapa dengan sang mantan tersebut,,walau hanya sekedar berbasa-basi menanyakan kabar masing-masing..Apakah dengan kondisi seperti itu sang wanita masih bisa dikatakan setia.??
Bagi saya,,bagaimana mungkin seseorang bisa dikatakan SETIA bila dalam hatinya masih terpaut dua nama di satu waktu yang sama? Bagaimana mungkin seseorang bisa dikatakan SETIA bila dibelakang perilaku baiknya masih terdapat perilaku mendua? Bagaimana mungkin seorang menganggap dirinya setia bila dalam hatinya masih ada sosok lain selain "pasangan resmi"nya?
Dan yang paling membuat saya heran, bagaimana bisa seorang menjalin kasih dengan seseorang padahal di dalam hatinya masih jelas terpatri satu nama yang lain.??? Munafik kah? Tegakah anda membohongi pasangan anda? Yang mungkin dengan sepenuh hati berusaha untuk selalu menomor satukan anda??
Saya ingat betul kata-kata yang diucapkan seseorang yang mengaku dirinya orang paling setia di dunia ini namun nyatanya ia juga tak bisa menjaga kesetiaan hatinya,,
"setia itu hanya untuk jiwa-jiwa yang anggun dan berkelas."